IQ EQ SQ : Mengenal Kecerdasan Manusia dan Kegunaannya

0
33
iq eq sq kecerdasan manusia

Di pembahasan kali ini akan dijelaskan tentang kecerdasan yang ada pada manusia diantaranya adalah IQ,EQ, dan SQ, serta bagaimana kegunaanya bagi kehidupan manusia sebagai makhluk paling cerdas di muka bumi ini.

Kecerdasan Intelektual (IQ) atau Intelligence Quotient adalah

kemampuan dalam hal kemampuan untuk menganalisis (analitis), dan rasio logika seseorang. Dengan demikian, IQ berhubungan dengan kemampuan berbicara, kesadaran akan hal-hal di sekitarnya dan penguasaan matematis.

Contoh sederhana adalah saat langit mendung, maka hujan akan turun hari ini.

Ayah memercayai kami untuk memasang televisi di ruangan itu, tapi dia melarang kami menonton televisi sampai jam 9 malam. Apa yang terjadi saat kita menghancurkannya?, Ayah akan memarahi kita dan fasilitas menarik (TV) ini.

iq eq sq manusia mampu menyeimbangkan kecerdasannya
IQ singkatan dari Intelligence Quotient,

yang berarti mengukur kemampuan intelektual, analitis (kemampuan untuk menganalisa), dan rasio logika seseorang. Dengan demikian, IQ berhubungan dengan kemampuan berbicara, kesadaran akan hal-hal di sekitarnya dan penguasaan matematika.

Ayah memercayai kami untuk memasang televisi di ruangan itu, tapi dia melarang kami menonton televisi sampai jam 9 malam. Apa yang terjadi saat kita menghancurkannya?, Ayah kemungkinan besar akan memarahi kita dengan fasilitas atraktif (TV) ini.

Emotional Quotient (EQ) EQ adalah

kemampuan seseorang untuk berkomunikasi dalam dua dimensi, yaitu arah ke arah pribadi (intrapersonal) dan lingkungan luar pribadi (interpersonal).

Komunikasi pribadi (intrapersonal) dilakukan oleh seseorang untuk dirinya sendiri. Hal ini berguna untuk meningkatkan kesadaran diri (self-awareness), penerimaan diri (self-acceptance), menghargai diri sendiri (self-respect), dan pengendalian diri (self-mastery).

Misalnya, saat kita mengharapkan ayah membelikan kita mobil, tapi tidak memberikannya dengan alasan tertentu. Dalam memainkan EQ pribadi kita, seberapa besar kesadaran diri akan manfaat mobil bagi kita.

Kemudian ketika kita menyadari bahwa manfaatnya sangat kecil, kita mulai menerima keputusan ayah kita untuk tidak membelikan mobil. Dengan menerimanya, kita tidak akan merasa sedih meski teman kita memiliki mobil sendiri.

Sedangkan interpersonal adalah kemampuan untuk memahami, menerima, percaya, dan mempengaruhi orang lain.

Salah satu contohnya adalah saat Anda meminta saran dari teman terbaik Anda, teman Anda akan memberi tanggapan. Tanggapan yang Anda butuhkan untuk mengerti dan menerima yang baik.

Baca juga : Cara Membuat Website Sendiri dan Mobile Friendly

Keseimbangan iq eq sq

Spiritual Quotient (SQ) Kecerdasan spiritual

Kecerdasan spiritual (bahasa Inggrisspiritual quotient, disingkat SQ) adalah kecerdasan jiwa yang membantu seseorang untuk mengembangkan dirinya secara utuh melalui penciptaan kemungkinan untuk menerapkan nilai-nilai positif.[1]

SQ merupakan fasilitas yang membantu seseorang untuk mengatasi persoalan dan berdamai dengan persoalannya itu.[2] Ciri utama dari SQ ini ditunjukkan dengan kesadaran seseorang untuk menggunakan pengalamannya sebagai bentuk penerapan nilai dan makna.[1]

Kecerdasan spiritual yang berkembang dengan baik akan ditandai dengan kemampuan seseorang untuk bersikap fleksibel dan mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan, memiliki tingkat kesadaran yang tinggi, mampu menghadapi penderitaan dan rasa sakit, mampu mengambil pelajaran yang berharga dari suatu kegagalan, mampu mewujudkan hidup sesuai dengan visi dan misi, mampu melihat keterkaitan antara berbagai hal, mandiri, serta pada akhirnya membuat seseorang mengerti akan makna hidupnya.[1] [2]

Kecerdasan spiritual yang berkembang dengan baik akan ditandai oleh :
  • kemampuan seseorang untuk menjadi fleksibel dan mudah beradaptasi dengan lingkungannya
  • memiliki tingkat kesadaran yang tinggi, mampu mengatasi penderitaan dan mungkin kesulitan
  • dapat mengambil pelajaran berharga dari kegagalan yang pernah dialaminya
  • mampu mewujudkan kehidupan sesuai dengan visi dan misinya
  • mampu melihat keterkaitan antara berbagai syarat, mandiri
  • dan pada akhirnya membuat seseorang memahami makna hidupnya.

Emotional Spiritual Quotient (ESQ) merupakan gabungan antara EQ dan SQ

Penggabungan antara kecerdasan emosi dan kontrol spiritual. Model Emosional Spiritual Quotient (ESQ) dapat didefinisikan sebagai model kemampuan seseorang untuk memberi makna pada pemahaman spiritual, perilaku (moral) dan aktivitas, serta mensinergikan kemampuan IQ (Intelligent Quotient) yang terdiri dari IQ Logic (Thinking) dan IQ Finansial. Juga intelijensia dalam memenuhi kebutuhan ataupun keuangan, yaitu dengan mamanfaatkan EQ (Emotional Quotient) dan SQ (Spiritual Quotient) secara komprehensif.

Baca juga : Konsep Kecerdasan Manusia dalam Pembelajaran

Manfaat yang bisa diraih dari kemampuan ESQ adalah

Memiliki keseimbangan antara hubungan horisontal (manusia terhadap manusia) dan vertikal (manusia dan Tuhan). ESQ juga bisa membuat kita lebih percaya diri melakukan tindakan.

Alat Ukur Kecerdasan Manusia

Dahulu pada sekitar tahun 1890-an, kecerdasan seseorang diukur melalui ukuran IQ (Intelligence Quotient). Konsep IQ ditemukan oleh Francis Galton, dan selama berpuluh tahun tes IQ diyakini sebagai satu-satunya ukuran standar untuk mengukur kecerdasan manusia.

Namun pada tahun 1983 Howard Gardner, seorang psikolog dan ahli pendidikan dari Universitas Harvard AS

Merumuskan sebuah theory of multiple intelligences (Kecerdasan Majemuk). Menurutnya kecerdasan manusia tidaklah tunggal, tetapi jamak yang setidaknya terdiri dari 9 komponen, yaitu kecerdasan matematis, linguistik, musikal, visual, kinetis, naturalis, interpersonal, intrapersonal dan spiritual.

Pada tahun 1987, Keith Beasley mengemukakan jenis kecerdasan lain yang tak kalah penting dalam mempengaruhi kesuksesan seseorang, yaitu EQ (Emotional Quotient). Istilah EQ menjadi popular setelah Daniel Golman mempopulerkannya melalui buku “Emotional Intelligence – Why it can matter more than IQ” pada tahun 1995.

Kemudian pada tahun 1997, Danah Zohar menemukan jenis kecerdasan baru selain IQ dan EQ, yaitu SQ (Spiritual Quotient).

SQ merupakan  landasan yang diperlukan untuk memfungsikan IQ dan EQ secara efektif sehingga bisa mencapai titik maksimalnya, dan berdampak pada kesuksesan dan keberhasilan seseorang.

Selanjutnya akhir-akhir ini ditemukan pula kecerdasan lain yaitu Trancendental Quotient (TQ)

TQ yang merupakan pengembangan dari kecerdasan spiritual. TQ merupakan kecerdasan seseorang dalam memaknai hidup dan kehidupannya dalam perspektif  Ketuhanan.

Dengan begitu maka bisa dikatakan bahwa manusia mempunyai kecerdasan yang jamak (multiple quotient).  Setidaknya ada empat kecerdasan utama pada diri manusia, yaitu kecerdasan

  • intelektual (IQ)
  • kecerdasan emosional (EQ)
  • spiritual (SQ).
  • kecerdasan transendental (TQ). 

Empat Kecerdasan Utama Manusia

Secara singkat keempat kecerdasan itu dijelaskan sebagai berikut:

Pertama,  Kecerdasan Intelektual (Intellegence Qoutient = IQ).

IQ merupakan kecerdasan kognitif (aktivitas berpikir), yang erat kaitannya dengan kemampuan mengingat, memahami, menganalisa, mengevaluasi, dan memecahkan masalah.

Baca juga : Perbedaan Kecerdasan IQ dan EQ, Mana yang Lebih Penting

Kedua, Kecerdasan Emosional (Emotional Qoutient = EQ).

EQ merupakan kecerdasan emosi, yang erat kaitannya dengan kemampuan mengontrol perasaan diri sendiri, mengenali perasaan orang lain, adaptasi, kerjasama, disiplin, tanggung jawab, dan komitmen.

Ketiga, Kecerdasan Spiritual (Spiritual Qoutient = SQ).

merupakan kecerdasan jiwa yang erat kaitannya dengan kemampuan untuk bertindak jujur, adil, menghargai, kasih sayang, toleransi, empati, rendah hati, sikap ramah, dan sebagainya.

Kecerdasan spiritual juga berarti kemampuan seseorang untuk mengerti dan memberi makna pada apa yang di hadapi dalam kehidupan.  SQ merupakan sumber bimbingan atau pengarahan bagi dua kecerdasan lainnya (IQ dan EQ).

Keempat, Kecerdasan transendental (Trancendental Quotient = TQ).  

TQ bisa dikatakan sebagai kecerdasan ruhaniah/ilahiyah, yang erat kaitannya dengan kemampuan seseorang memaknai hidup dan kehidupannya dalam perspektif agama. TQ merupakan pengembangan dari kecerdasan spiritual, yang mempunyai konsep visioner jauh ke depan dengan pertanyaan, “Siapakah aku, darimana aku (berasal), dan mau ke mana nanti aku (setelah mati)?”

Hubungan dan Peran Keempat Kecerdasan

Berkaitan dengan kecerdasan intelektual (IQ) dan kecerdasan emosional (EQ), menurut Goleman kesuksesan karir seseorang dalam dunia kerja banyak ditentukan oleh kecerdasan emosional (EQ). Yang mana EQ mempunyai konstribusi sebesar 85%, sementara IQ hanya 15%.  Dengan begitu maka dapat disimpulkan peran EQ sangatlah signifikan dibanding IQ.

Jika IQ adalah parameter kecerdasan kognitif (berpikir), dan EQ adalah parameter kemampuan pengendalian rasa (emosi), maka kecerdasan spiritual (SQ) dapat didefinisikan sebagai kemampuan seseorang untuk mentranspose dua aspek kecerdasan IQ dan EQ menuju kebijaksanaan dan pemahaman yg lebih mendalam.

Hal ini dikarenakan ketika orang sudah memiliki kecerdasan spiritual (SQ), maka ia  mampu memaknai kehidupan sehingga dapat hidup dengan penuh kebijaksanaan.

Sedangkan kecerdasan transendental (TQ) sesungguhnya merupakan kecerdasan tertinggi yang dimiliki manusia sebagai karunia terindah dari Tuhan Yang Maha Pemurah.  

Kecerdasan ini sejatinya telah diterapkan oleh para tokoh besar dunia sejak dahulu, utamanya para tokoh agama yang mempunyai pandangan visioner jauh ke depan.  Mereka menjalani hidup dalam kehidupan dengan mengikuti tuntunan ajaran agama, yaitu hidup dengan bekerja keras, kerja cerdas, dan kerja ikhlas, serta berbuat kebajikan bagi sesama dalam rangka menggapai kebahagiaan hakiki di dunia maupun di akhirat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here